Adat Istiadat Batak
Memahami nilai-nilai filosofis dan tradisi yang mengatur kehidupan masyarakat Batak
Dalihan Na Tolu
Filosofi sosial masyarakat Batak yang menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Secara harfiah berarti "tungku nan tiga", melambangkan tiga pilar kehidupan sosial yang harus seimbang untuk menopang "periuk" kehidupan.
"Manatmardongan tubu, elek marboru, somba marhula-hula"

Hula-hula
Posisi paling dihormati (sumber berkat). Kita harus 'Somba' (Hormat) kepada mereka.
Dongan Tubu
Teman seperjuangan satu darah. Kita harus 'Manat' (Hati-hati/Sopan) menjaga persaudaraan.
Boru
Pihak yang melayani. Kita harus 'Elek' (Mengayomi/Lemah lembut) kepada mereka.
Upacara Adat Penting
Momen-momen sakral dalam siklus kehidupan orang Batak yang dirayakan dengan penuh hikmat.

Mangulosi
Pemberian ulos sebagai simbol kehangatan dan berkat. Dilakukan pada pernikahan, kelahiran, dan momen penting lainnya.
Horja / Pesta Adat
Pesta adat besar yang melibatkan unsur Dalihan Na Tolu secara lengkap. Diadakan untuk syukuran rumah baru atau pernikahan agung.
Saur Matua
Penghormatan tertinggi bagi orang tua yang meninggal di usia lanjut dan telah melihat semua anaknya menikah (Sari Matua).
Nilai Luhur Budaya Batak
Prinsip-prinsip kehidupan yang dipegang teguh untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin.
3H: Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon
Tujuan hidup utama: Keturunan (Hagabeon), Kekayaan (Hamoraon), dan Kehormatan (Hasangapon).
Marsiajar (Merantau)
Tradisi pergi mencari ilmu dan kesuksesan di tanah orang, tanpa melupakan kampung halaman (Bonapasogit).
Marsiurupan
Semangat gotong royong yang kuat. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing dalam setiap kegiatan adat.
Sopan Santun
Sistem kekerabatan (Partuturon) mengajarkan posisi diri yang tepat untuk saling menghormati antara muda dan tua.